Depok, LAMSAMA — Lembaga Akreditasi Mandiri Sains dan Matematika (LAMSAMA) mengumumkan kesiapannya untuk memasuki masa transisi akreditasi dengan mekanisme automasi pada tahun 2024. Inisiatif ini merupakan respons langsung terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Kesiapan LAMSAMA ditandai dengan serangkaian diskusi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari inisiatif transisi ke akreditasi dengan mekanisme automasi. Kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi kerangka instrumen implementasi Permendikbud Ristek No 53 Tahun 2023 pada 8 November 2023, yang bertujuan untuk memastikan pemahaman bersama tentang instrumen baru di antara UPPS dan program studi. Keesokan harinya, LAMSAMA mengadakan FGD dengan stakeholder MIPAnet untuk menyamakan persepsi tentang mekanisme akreditasi yang akan menggunakan automasi data PDDIKTI. Minggu-minggu berikutnya diisi dengan berbagai FGD yang melibatkan asosiasi profesi di bidang sains dan ilmu formal, yang berfokus pada penyusunan dan finalisasi kerangka instrumen akademik dan vokasi.

Suasana acara penyamaan persepsi suplemen akademik dan vokasi Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023

 

Selanjutnya, LAMSAMA mengadakan sesi deploy kerangka instrumen untuk mendapatkan masukan lebih lanjut dan menyamakan persepsi tentang standar mutu yang ditetapkan. Proses ini melibatkan asosiasi profesi bidang-bidang alam dan ilmu formal serta penyusunan suplemen bidang untuk mengidentifikasi kekhasan keilmuan yang dikembangkan oleh masing-masing program studi. Di minggu keempat, LAMSAMA melakukan finalisasi penyusunan instrumen sarjana dan vokasi dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai asosiasi profesi dan perguruan tinggi. Kegiatan ini menandai langkah penting dalam penyempurnaan instrumen akreditasi yang akan diterapkan.

Foto bersama setelah diskusi terkait dengan FGD Instrumen Implimentasi Permendikbudristek No 53 Tahun 2023 dengan Majelis Akreditasi LAMSAMA

 

Di penghujung jadwal, pada minggu kelima dan keenam, LAMSAMA fokus pada kerangka penyusunan naskah akademik instrumen dan implementasi Permendikbudristek No 53 Tahun 2023. FGD diadakan dengan majelis akreditasi dan stakeholder terkait untuk memfinalisasi instrumen dan memastikan kesesuaiannya dengan peraturan terkini.

Pada 3 Januari 2024, LAMSAMA menutup rangkaian kegiatan dengan sosialisasi implementasi dan kebijakan kepada asesor yang telah direkrut, menandai persiapan akhir sebelum penerapan penuh sistem akreditasi baru. Melalui serangkaian FGD ini, LAMSAMA berupaya untuk membangun fondasi yang kuat untuk transisi ke sistem akreditasi yang lebih efisien dan transparan, sejalan dengan penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

LAMSAMA juga sudah melakukan rekrutmen terbatas untuk menjaring para asesor khusus PTN BH dalam menghadapi masa transisi ini.

Suasana pelatihan calon asesor LAMSAMA 2024 secara daring

 

Prof. Dr.-Ing. Drs. Ir. Mitra Djamal, IPU. ASEAN Eng., Direktur Eksekutif LAMSAMA, menekankan pentingnya transisi ini dalam memastikan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. “Kami berada di persimpangan penting, di mana kami dapat memilih untuk melanjutkan dengan sistem akreditasi yang ada atau beralih ke model baru yang diusulkan oleh Permendikbud. Dengan memasuki masa transisi ini, kami membuka jalan untuk penerapan penuh sistem automasi, yang akan mempercepat dan menyederhanakan proses akreditasi tanpa mengorbankan ketelitian dan keakuratan,” ujar Prof. Djamal.

Penerapan mekanisme automasi diharapkan memberikan sejumlah keuntungan, termasuk perpanjangan status terakreditasi bagi program studi dan perguruan tinggi berdasarkan evaluasi data dan informasi yang tersedia pada PD Dikti. Mekanisme ini tidak hanya akan mempercepat proses akreditasi tetapi juga menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Dr. Muhamad Abdulkadir Martoprawiro, M.S., Ph.D., memaparkan perubahan yang akan terjadi pada Sistem IT LAMSAMA selama masa transisi. “Kami akan melakukan serangkaian pembaruan pada sistem kami, mulai dari penambahan sistem untuk program studi baru hingga penyempurnaan versi SALAM dari v.1.0 menjadi v.2.2. Perubahan ini akan memastikan bahwa sistem IT kami selaras dengan kebutuhan dan standar yang ditetapkan oleh Permendikbudristek No. 53/2023,” jelas Dr. Martoprawiro.

Dengan upaya kolaboratif antara LAMSAMA, pemangku kepentingan, dan asesor, masa transisi akreditasi ini diharapkan akan menetapkan landasan yang kuat untuk penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, yang pada akhirnya akan meningkatkan standar dan rekognisi internasional bagi program studi dan perguruan tinggi di Indonesia.

Kami siap membantu Anda

Mulai sekarang dan segera rasakan kemudahan akreditasi bersama kami. Atau, hubungi kami apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai produk yang bisa menjadi solusi bagi program Anda.