Depok, LAMSAMA – Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA) menyelenggarakan kegiatan Upgrading LAMSAMA bertema “Komunikasi Efektif dan Pencegahan Burnout: Menjaga Efektivitas dan Energi Tim Pendukung Akreditasi” pada Kamis, 7 Desember 2023, bertempat di Kantor LAMSAMA, Depok. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran strategis staf LAMSAMA dalam menjaga ketertiban proses akreditasi melalui komunikasi yang jelas, konsisten, dan berorientasi pada pencegahan kelelahan kerja.

Dr. Putri Mega Desiana, SE., MM. saat memaparkan materinya
Dalam kegiatan tersebut, LAMSAMA menghadirkan Dr. Putri Mega Desiana, SE., MM., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, sebagai narasumber utama. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam mendukung kelancaran proses akreditasi yang melibatkan banyak pihak, tenggat waktu ketat, serta tekanan emosional yang tidak ringan.
Dr. Putri Mega Desiana menjelaskan bahwa staf LAMSAMA memegang peran strategis sebagai penjaga sistem akreditasi, bukan sebagai penilai mutu akademik. Staf berfungsi sebagai penghubung utama antara LAMSAMA, program studi pendaftar, dan asesor, sekaligus memastikan seluruh proses berjalan tertib, adil, konsisten, dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.
“Kualitas akreditasi tidak hanya ditentukan oleh penilaian asesor, tetapi oleh ketertiban proses yang dijaga oleh staf LAMSAMA. Di sinilah komunikasi yang jelas, ringkas, dan tepat sasaran menjadi kunci,” ujar Dr. Putri Mega Desiana.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa komunikasi efektif bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan memastikan pesan dipahami dengan benar dan menghasilkan tindakan yang sesuai tujuan. Dalam konteks akreditasi, komunikasi yang tidak jelas berpotensi menimbulkan miskomunikasi, memperpanjang waktu kerja, meningkatkan beban emosional, serta memicu kelelahan atau burnout pada staf.
Melalui sesi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai karakteristik komunikasi efektif, antara lain kejelasan pesan (clarity), keringkasan (conciseness), kesesuaian dengan konteks penerima, serta pentingnya closed-loop communication untuk memastikan pesan diterima dan dipahami secara benar. Selain itu, dikenalkan pula pola komunikasi praktis seperti 5W1H (What, Who, Where, When, Why, How) dan SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) yang relevan untuk kebutuhan komunikasi administrasi dan koordinasi akreditasi.
Wakil Direktur Keuangan LAMSAMA, Dr. Dra. Melania Suweni Muntini, M.T., menyampaikan bahwa kegiatan upgrading ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menjaga keberlanjutan kinerja staf dan kualitas layanan akreditasi.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas staf LAMSAMA, tidak hanya dari sisi teknis pekerjaan, tetapi juga dari aspek komunikasi dan kesehatan mental. Dengan komunikasi yang lebih efektif dan kesadaran akan pencegahan burnout, proses kerja dapat berjalan lebih sehat, efisien, dan berintegritas,” ungkap Dr. Melania.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan sistem akreditasi sangat bergantung pada ketepatan administrasi, netralitas, serta ketahanan sumber daya manusia yang menjalankannya. Oleh karena itu, LAMSAMA terus mendorong pengembangan kompetensi staf secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan Upgrading LAMSAMA ini, diharapkan seluruh staf semakin mampu menjaga kejelasan komunikasi di tengah dinamika dan tekanan proses akreditasi, sekaligus mempertahankan energi dan profesionalisme dalam mendukung integritas lembaga akreditasi mandiri.

Peserta upgarding berfoto bersama