Surabaya, LAMSAMA – Dalam rangka memperkuat profesionalisme, integritas, serta kolaborasi tim di lingkungan kerja, Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA) menyelenggarakan workshop bertajuk “Membangun Super Team LAMSAMA yang Profesional dan Berintegritas”. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Eng. Ir. Ahmad Rusdiansyah, M.Eng. dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai narasumber, serta didampingi oleh Dr. Dra. Melania Suweni Muntini, M.T., selaku Dewan Eksekutif LAMSAMA.
Workshop yang dilaksanakan pada Selasa, 5 November 2024, di Ruang VIP A Kantin Pusat ITS, Surabaya, ini bertujuan untuk membekali staf LAMSAMA dengan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya membangun tim kerja yang solid, profesional, dan berintegritas, terutama dalam menghadapi dinamika kerja serta interaksi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Suasana workshop LAMSAMA
Dalam pemaparannya, Prof. Ahmad Rusdiansyah menekankan bahwa bekerja dengan beragam karakter dan gaya sosial (social style) menuntut setiap individu memiliki versatilitas atau keluwesan dalam bersikap dan berkomunikasi. Namun demikian, keluwesan tersebut harus tetap dibingkai oleh integritas dan batasan profesional yang jelas.
“Cara menjaga hubungan kerja yang baik tanpa melanggar integritas adalah dengan menetapkan boundaries atau profesional distance. Tanpa batasan ini, risiko yang muncul antara lain hilangnya objektivitas, konflik kepentingan, serta menurunnya kualitas pengambilan keputusan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa bekerja tanpa versatilitas memiliki risiko yang tidak kalah besar, seperti komunikasi yang kaku, kesulitan menghadapi situasi sensitif, serta ketidakmampuan membangun hubungan kerja yang humanis. Oleh karena itu, menurutnya, profesionalisme ideal adalah mampu bersikap tegas namun tidak kaku, adaptif dalam komunikasi, elegan dalam bertindak, serta netral dan adil saat menghadapi kondisi yang kompleks.

Prof. Ahmad Rusdiansyah saat menjelaskan materinya
Prof. Ahmad Rusdiansyah juga memaparkan konsep interpersonal flexibility serta memperkenalkan empat tipe gaya sosial, yaitu analytical, driver, amiable, dan expressive. Keempat tipe ini dijelaskan berdasarkan dua dimensi utama, yakni tingkat assertiveness terhadap orang lain dan responsiveness terhadap diri sendiri. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan teoritis, tetapi juga diberi kesempatan untuk mengidentifikasi tipe diri masing-masing melalui refleksi dan tes yang disediakan.
“Sebagai lembaga akreditasi independen, LAMSAMA diharapkan oleh banyak perguruan tinggi menjadi lembaga yang memiliki integritas tinggi. Salah satu hal yang perlu terus dikembangkan adalah bagaimana prinsip-prinsip integritas tersebut benar-benar ditanamkan kepada staf LAMSAMA dalam menjalankan tugas administrasi dan layanan,” ungkap Prof. Ahmad Rusdiansyah.
Ia menambahkan bahwa diskusi dan workshop ini diharapkan dapat memberikan pencerahan tentang cara bekerja secara profesional tanpa mengesampingkan integritas hasil kerja.
Sementara itu, Wakil Direktur Keuangan LAMSAMA, Dr. Dra. Melania Suweni Muntini, M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembaruan kapasitas staf yang telah lama bergabung di LAMSAMA. “Updating staf LAMSAMA dengan tema membangun super team yang profesional dan berintegritas ini bertujuan agar setiap staf memahami secara utuh fungsi dan keterkaitannya dengan staf lain. Dengan pemahaman tersebut, kerja tim yang terbangun benar-benar berlandaskan integritas,” ujarnya.
Ia juga berharap workshop ini dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan LAMSAMA. “Kami berharap melalui pelatihan ini, para staf LAMSAMA menjadi semakin profesional, mampu bekerja secara kolaboratif, serta siap menghadapi stakeholder yang berinteraksi langsung dengan LAMSAMA,” tutupnya.

Staf LAMSAMA menunjukkan hasil karya yang dapat mengidentifikasi tipe personalitinya