Depok, LAMSAMA — Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap Lembaga Akreditasi Mandiri Sains, Alam, dan Ilmu Formal (LAMSAMA) sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelaksanaan akreditasi program studi pada Kamis, 24 Juli 2025. Kegiatan ini dilakukan setelah LAMSAMA menyerahkan Laporan Tahun 2024 kepada Majelis Akreditasi (MA) BAN-PT.

Proses monitoring dan Evaluasi BAN-PT kepada LAMSAMA

Tim BAN-PT terdiri atas Prof. Dr. Hendriko selaku anggota Majelis Akreditasi BAN-PT, Iman H. Kartowisastro, Ph.D. selaku Sekretaris Majelis Akreditasi BAN-PT, dan Novania Sari, S.E. selaku Sekretariat BAN-PT.

Direktur Dewan Eksekutif LAMSAMA, Prof. Dr.-Ing. Drs. Ir. Mitra Djamal, IPU., ASEAN Eng., membuka sesi pertemuan dengan pemaparan perkembangan terkini proses akreditasi LAMSAMA selama satu tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan asesmen yang meningkat mendorong LAMSAMA untuk memperkuat proses rekrutmen asesor.

Selain itu, Prof. Mitra juga menggarisbawahi mekanisme asesmen lapangan yang diperkuat dengan penyampaian daftar pertanyaan oleh asesor sejak awal kepada Dewan Eksekutif agar program studi dapat mempersiapkan data lebih efektif, sekaligus memastikan asesor memberikan rekomendasi pembinaan yang komprehensif kepada program studi.

“Kegiatan asesmen dan rekrutmen asesor kami lakukan berdasarkan kebutuhan asesmen yang terus meningkat. Pada uji coba sistem informasi untuk IAPS 3.0, kami menemukan sejumlah hal yang perlu diperbaiki, dan itu sudah kami jadikan bahan evaluasi untuk peningkatan layanan,” ujar Prof. Mitra Djamal.

Dalam sesi evaluasi, BAN-PT menyampaikan sejumlah temuan penting termasuk dalam aspek kode etik dan penjaminan mutu, BAN-PT meminta agar LAMSAMA mencantumkan secara eksplisit bahwa tidak terdapat pelanggaran kode etik dalam laporan, serta menambahkan narasi mengenai kesiapan implementasi instrumen otomasi IAPS 3.0 berdasarkan Permendikbudristek Nomor 53.

BAN-PT menilai bahwa meskipun regulasi masih dalam proses revisi, LAMSAMA perlu tetap menyiapkan SOP, instrumen, dan sistem informasi pendukung sebagai langkah antisipatif. Termasuk di dalamnya mendorong LAMSAMA untuk berkonsultasi dengan kementerian terkait pembiayaan akreditasi sementara serta memperkuat afirmasi bagi calon asesor dari wilayah Indonesia Timur yang memiliki peran strategis sebagai agen LAMSAMA dalam memberikan pembinaan kepada program studi.

LAMSAMA menjelaskan bahwa pengembangan IAPS 3.0 telah dilakukan sepanjang tahun 2024 dan sistem informasi pendukungnya, yaitu SALAM 3.0, telah dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan otomasi proses akreditasi. Dasar penyusunan rencana akreditasi tahunan dipaparkan sebagai proses yang mengacu pada masa berlaku akreditasi setiap program studi serta data akreditasi nasional agar rencana asesor dan asesmen dapat ditata lebih sistematis.

Melalui kegiatan Monev ini, LAMSAMA menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola lembaga, meningkatkan kualitas layanan akreditasi, serta memastikan kesiapan implementasi instrumen dan sistem otomasi menuju IAPS 3.0.

Prof. Mitra Djamal menutup pertemuan dengan menyampaikan apresiasi terhadap masukan BAN-PT.

“Kami berterima kasih atas masukan konstruktif dari BAN-PT. Semua rekomendasi akan kami tindak lanjuti demi peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas layanan akreditasi LAMSAMA,” ujarnya.

LAMSAMA berharap kegiatan Monev ini menjadi langkah strategis dalam membangun tata kelola akreditasi yang lebih kuat dan responsif, sekaligus memperkokoh peran LAMSAMA dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

Kami siap membantu Anda

Mulai sekarang dan segera rasakan kemudahan akreditasi bersama kami. Atau, hubungi kami apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai produk yang bisa menjadi solusi bagi program Anda.